Profil PPRU




Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga adalah Lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Islam Raudhatul Ulum Sakatiga (YAPIRUS), berlokasikan di desa Sakatiga, kecamatan Inderalaya, kabupaten Ogan Ilir, propinsi Sumatera Selatan. 

Tanggal 1 Agustus 1950, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga didirikan, yang merupakan estafet perjuangan dari dua madrasah, yaitu Madrasah Al-Falah (1930) yang didirikan oleh KH. Abd Ghani Bahri dan Madrasah Al-Shibyan (1936) yang didirikan oleh Kyai Abd. Rahim Mandung dan KH. Abdullah Kenalim. 

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga telah berkiprah di tengah-tengah masyarakat dan sekarang (tahun 2014) telah memasuki usianya yang ke-64 tahun, dengan kepemimpinan yaitu:

1.  KH. Abdullah Kenalim (tahun 1950-1984)
2.  KH. Hizbullah Abdul Muthollib (tahun 1984-1986)     
3.  KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc. (tahun  1986-2004)
4.  KH. Abdul Karim Umar (tahun 2004- 2010).
5.  KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc. (tahun  2010 - Sekarang)

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga telah memiliki 9 (sembilan) lembaga formal yaitu:

• Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
• Taman Kanak-Kanak Islam (TKIS) 
• Madrasah Ibtidaiyah (MI)
• Madrasah Tsanawiyah (MTs)
• Madrasah Aliyah (MA)
• Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT)
• Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT)
• Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan 
• Madrasah Tahfizhul Qur’an Lil Aulad (MATQULARU)

Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga memiliki komitmen yang kuat dan cita-cita yang luhur yaitu; “ Menjadi Pusat Keunggulan (Centre of Excellence)”. Cita-cita ini adalah kekuatan yang mendorong semangat berkarya dan berinovasi segenap civitas akademikanya, sehingga dapat mengangkat kualitas pesantren dalam meraih keunggulan.

Pusat Keunggulan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga tercermin dari program-program yang digulirkan untuk santri/wati seperti :

1. Wajib menguasai ilmu komputer dan internet
2. Menjadikan bahasa arab dan bahasa inggris sebagai bahasa wajib di lingkungan pesantren
3. Wajib menghafal Al-Qur’an sesuai dengan tingkatannya dan dibuat program khusus penghafal Al-Qur’an
4. Pelatihan khitobah (ceramah) secara berkesinambungan rutin setiap pekan, serta
5. Pelatihan jurnalistik.

Sumber: ppru.ac.id

0 komentar:

Posting Komentar